Kota-Kota Replika di China yang Kini Menjadi Kota Hantu

detikgadget.com – China telah menjadi sorotan dengan proyek-proyek ambisius mereka yang meniru kota-kota terkenal di dunia. Salah satu proyek yang menarik perhatian adalah pembangunan replika kota Venesia di Dalian, Provinsi Liaoning, yang kini berubah menjadi kota hantu. Tidak hanya Venesia, beberapa kota terkenal di Eropa Barat dan Amerika Serikat juga telah direplikasi di China. Namun, banyak dari kota-kota ini sekarang terbengkalai, menghadapi nasib yang sama sebagai kota mati. Artikel ini akan mengulas lebih dalam tentang nasib Venesia ala China dan kota-kota replika lainnya yang mengalami kemunduran serupa.

” Baca Juga: Dampak Emisi Karbon dari Invasi Rusia ke Ukraina “

Read More

Venesia ala China: Dari Harapan Menjadi Kota Hantu

Di Dalian, China, berdiri sebuah kota tiruan Venesia yang pernah diharapkan menjadi destinasi wisata populer. Pembangunan kota ini menelan anggaran sekitar 10,4 triliun rupiah atau setara dengan 507 juta pound sterling, dan selesai dalam waktu empat tahun. Dibuka pada tahun 2015, replika ini lengkap dengan kanal buatan sepanjang 4 km yang diramaikan dengan gondola, menciptakan suasana mirip dengan kota Venesia asli di Italia. Ide di balik pembangunan ini adalah untuk memberikan alternatif wisata bagi warga China, sehingga mereka tidak perlu terbang jauh ke Italia untuk merasakan suasana Venesia.

Baca Juga :   Desa Wisata Taro: Permata Sejarah dan Budaya di Gianyar, Bali

Namun, kenyataan berkata lain. Alih-alih berkembang, kota ini justru merosot dan sekarang terlantar. Seorang vlogger yang mengunjungi tempat tersebut melaporkan bahwa banyak bangunan yang terlihat megah dari jauh, tetapi saat didekati, kondisinya sangat memprihatinkan. Bangunan-bangunan tersebut kosong, tidak ada aktivitas, dan terlihat tidak terawat. Vlogger tersebut merasa aneh dengan upaya berlebihan yang dilakukan untuk membuat replika Venesia ini terlihat sangat Eropa, namun pada akhirnya semua terlihat palsu dan menjadi versi yang buruk dari yang aslinya.

Tianducheng: Paris Palsu yang Juga Terlantar

Venesia di Dalian bukanlah satu-satunya kota Eropa yang direplikasi oleh China. Di Timur Laut Hangzhou, terdapat Tianducheng, yang dibangun menyerupai Paris lengkap dengan replika Menara Eiffel. Kota ini awalnya dibangun untuk menjadi destinasi wisata mewah dan tempat tinggal elit, tetapi nasibnya tidak berbeda jauh dengan Venesia di Dalian. Tianducheng kini menjadi kota mati, dengan banyak bangunan yang kosong dan area yang tidak terawat.

Resor Overseas Chinese Town East: Interlaken Versi China

China juga mencoba meniru keindahan alam dan budaya Swiss dengan membangun Resor Overseas Chinese Town East yang meniru Interlaken. Resor ini dilengkapi dengan danau buatan yang menyerupai suasana di Swiss. Namun, meski memiliki daya tarik yang mirip dengan Interlaken asli, resor ini juga mengalami penurunan popularitas dan kini banyak area yang tidak terawat dan sepi pengunjung.

Tianjin: Replika Florence dan Manhattan yang Terbengkalai

Di Tianjin, China membangun replika kota Florence dengan kanal, air mancur, dan mosaik yang menyerupai yang ada di Italia. Selain itu, Tianjin juga memiliki area yang meniru pusat kota Manhattan di Amerika Serikat. Lengkap dengan versi mini dari Rockefeller Center dan Menara Kembar yang terkenal. Namun, sebagian besar dari replika ini sekarang terbengkalai dan penuh debu. Kota replika ini bahkan mengalami masalah serius seperti banjir akibat hujan lebat. Menunjukkan kurangnya perencanaan yang matang dalam menghadapi kondisi iklim setempat.

Baca Juga :   8 Destinasi Wisata Religi di Tasikmalaya

” Baca Juga: Kebijakan Pajak Turis di Thailand Dibatalkan “

Penutup

Pembangunan kota-kota replika di China yang awalnya dimaksudkan untuk menjadi destinasi wisata mewah ternyata berujung pada kegagalan. Banyak dari kota-kota ini yang kini terlantar dan menjadi kota mati. Menunjukkan bahwa upaya untuk meniru kota-kota terkenal di dunia tidak selalu berhasil. Proyek-proyek ambisius ini mungkin mencerminkan keinginan untuk menghadirkan kemegahan dan budaya internasional di China. Tetapi tanpa perencanaan yang baik dan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan serta dinamika lokal. Hasilnya hanya menjadi potret kota hantu yang jauh dari harapan awal.

Related posts